Di tengah maraknya sekolah tahfizh, sebuah paradigma pendidikan keliru berisiko menghasilkan generasi penghafal Alquran yang hatinya terkunci dari petunjuk ilahi.
Evaluasi dalam halaqah Alquran bukan sekadar alat penilaian, tetapi juga refleksi yang membangun dan menghidupkan pembelajaran, menata hafalan, dan menumbuhkan kecintaan pada Alquran melalui strategi yang terstruktur dan berkesinambungan.